Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMPN 1 Purwosari pada tanggal 4 September 2025 berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme dari seluruh warga sekolah. Tema yang diangkat tahun ini adalah “Cinta Nabi Membentuk Remaja Berakhlak: Anti Pergaulan Bebas dan Cerdas Bermedia Sosial.” Seluruh siswa, guru, dan tenaga administrasi sekolah (TAS) hadir memenuhi aula utama untuk mengikuti rangkaian acara yang sarat nilai pendidikan karakter. Kehadiran Bapak Kyai M. Sholihin sebagai pemateri memberikan warna tersendiri bagi kegiatan ini karena beliau dikenal sebagai sosok yang inspiratif dan dekat dengan dunia remaja. Dalam pembukaannya, beliau mengingatkan bahwa mencintai Nabi bukan hanya dengan ucapan, tetapi melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai luhur yang dicontohkan Nabi menjadi dasar bagi pembentukan akhlak remaja yang kuat. Suasana semakin hidup ketika siswa mengikuti tausiyah dengan penuh perhatian dan rasa ingin tahu yang besar.
Pada sesi berikutnya, Kyai M. Sholihin mengajak seluruh peserta memahami bahaya pergaulan bebas yang semakin mengancam generasi muda. Beliau menyampaikan bahwa cinta kepada Nabi akan memandu remaja untuk menjaga diri, menghargai martabat, dan memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Siswa diajak merenungkan bagaimana sikap Nabi dalam menjaga kehormatan diri dan memelihara pertemanan yang membawa kebaikan. Para guru dan TAS juga memberikan dukungan penuh dengan turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Atmosfer kegiatan terasa semakin kuat ketika pemateri menyampaikan contoh nyata bagaimana pergaulan bebas dapat merusak masa depan remaja. Pesan yang disampaikan bukan hanya berupa peringatan, tetapi juga motivasi agar siswa berani berkata tidak pada hal-hal yang merugikan diri mereka. Melalui pemahaman ini, diharapkan siswa mampu membentengi diri dengan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membahas pergaulan bebas, Kyai M. Sholihin juga menekankan pentingnya kecerdasan dalam menggunakan media sosial di era digital. Beliau mengingatkan bahwa remaja harus bisa meneladani Nabi dalam bersikap bijak, berkata santun, dan menyebarkan kebaikan meskipun berada di dunia maya. Siswa diajak memahami bahwa media sosial dapat menjadi ladang pahala jika digunakan untuk hal positif, namun dapat pula menjerumuskan jika digunakan tanpa kendali. Para peserta tampak antusias ketika pemateri memberikan contoh penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dan aman. Dengan penjelasan yang sederhana namun mengena, siswa menyadari bahwa jejak digital adalah cerminan karakter mereka. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menanamkan akhlak mulia dalam kehidupan modern. Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi ini diharapkan mampu membentuk generasi SMPN 1 Purwosari yang berakhlak, bijak berperilaku, dan cerdas bermedia sosial.
