SMP Negeri 1 Purwosari sebagai “Sekolah Penggerak” telah berhasil melaksanakan Workshop In House Training (IHT) dan Pengimbasan Kurikulum Merdeka untuk guru-guru SD se-Kecamatan Purwosari pada Kamis, 15 Agustus 2024. Acara ini bertujuan menyebarkan praktik baik Kurikulum Nasional di tingkat SD dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, yaitu Bapak Drs. Nur Surjito, M.M., Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, dan Bapak Abdul Wahab, M.Pd., guru berprestasi di Bojonegoro. Kehadiran kedua narasumber ini memberikan wawasan berharga mengenai implementasi kurikulum yang lebih relevan terhadap kebutuhan siswa.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh SD di Kecamatan Purwosari, yang diharapkan mampu menjadi penggerak dalam menerapkan kebijakan terbaru Dinas Pendidikan Kab. Bojonegoro di sekolah masing-masing. Dalam sesi workshop IHT, para peserta mendapatkan materi tentang kebijakan terbaru, praktik baik Kurikulum Nasional, pembelajaran yang berpihak pada peserta didik dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, bermakna dan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, serta analisis Capaian Pembelajaran. Mereka juga dibimbing dalam penyusunan modul ajar serta asesmennya. Salah satu narasumber memberikan pesan inspiratif bahwa tugas utama seorang guru bukan hanya membuat siswa pintar, tetapi juga senantiasa mendoakan kesuksesan para muridnya.
Workshop ini juga memberikan perhatian khusus pada penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Terdapat miskonsepsi pada pelaksanaan P5 selama ini, diantaranya terkait alokasi waktu untuk P5, tema projek yang harus diselesaikan dalam satu fase pembelajaran, topik serta dimensi dan elemen dalam P5, modul projek dan pelaksanaan gelar karya. Bahwa dalam pelaksanaan P5 hal terpenting yang harus diperhatikan terutama saat melaksanakan asesmennya adalah karakter profil pelajar pancasila yang diharapkan muncul dan berkembang pada saat proses pelaksanaan projek bukan pada produk yang dihasilkan dari projek tersebut. Beberapa produk hasil kegiatan P5 ditampilkan sebagai inspirasi bagi para guru untuk diimplementasikan di sekolah masing-masing. Harapannya, kegiatan ini mampu mendorong terciptanya lingkungan pembelajaran yang holistik dan inovatif di sekolah-sekolah.


Ilmu itu nomor dua, dan nomor satunya ialah amal. Namun, ilmu didahulukan daripada amal, karena ilmu tetap diterima Allah meski tidak diamalkan.
Terus mengamalkan ilmu yg kita punya untuk generasi yg akan datang.